Marhaban ya Ramadhan, di bulan yang penuh berkah, pahala berlimpah. Saatnya memperkuat iman untuk mencapai kemenangan. Selamat menunaikan ibadah puasa. Di bulan Ramadhan 1442 H ini.  Libur Awal Ramadhan 13 - 14 April 2021. Waktu belajar di SMP Negeri 3 Talang terdapat penyesuaian jam pembelajaran. 

Jam Pelajaran I : 07.30 - 07.55

Jam Pelajaran II : 07.55 - 08.20

Jam Pelajaran III : 08.20 - 08.45

Jam Pelajaran IV : 08.45 - 09.05

Jam Pelajaran V : 09.05 - 09.30

Jam Pelajaran VI : 09.30 - 09.55

Jam Pelajaran VII : 09.55 - 10.20

Jam Pelajaran VIII : 10.20 - 10.45

Apa Guru Penggerak itu ?

Guru penggerak adalah mereka semua yang dianggap mampu untuk memberikan inspirasi kepada orang lain dalam upaya peningkatan kualitas dirinya sendiri maupun murid di sekitarnya agar menjadi individu yang lebih berkualitas dalam aspek kognitif, psikomotorik dan afektif para murid. Guru yang mampu menggerakan dirinya sendiri (drive). Guru seperti ini selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan dirinya (soft skill) dan mempunyai motivasi tinggi dalam bekerja sebagai pendidik. Dia bekerja dari dalam hatinya dan menyadari bahwa panggilan menjadi guru bukanlah semata suatu pekerjaan seperti halnya profesi yang lainnya. Dalam dunia pendidikan, seorang guru akan mewarnai perjalanan anak didiknya untuk meraih mimpi dan cita cita mereka. Guru ini tahu bahwa di kehidupan nyata setelah bersekolah ada tantangan besar yang akan dihadapi oleh anak didiknya (need) di masa depan.

 
Siapa dan apa yang harus digerakkan oleh guru penggerak ?

Sebutan Guru profesional bagi guru penggerak, sudah pasti tercakup di dalamnya, dimana guru sebagai suatu pekerjaan profesi yaitu merencanakan pembelajaran dan pengajaran, melaksanakan pengajaran dan mengevaluasi hasil pengajaran dan pembelajaran. Ketiga hal tersebut, tentulah sangat mudah dilakukan, namun menjadi guru penggerak yang bisa menggerakkan muridnya untuk belajar mandiri, meningkatkan soft skillnya dan membuat murid bisa mengajar diri sendiri menjadi insan yang lebih bertanggung jawab, disamping juga harus bisa menggerakkan pengawas, kepala sekolah, guru-guru lain, orang tua siswa dan lingkungannya serta bagi wadah organisasi profesinya. Kunci dari semuanya itu adalah menggerakkan hati stakeholders pendidikan. Hati nurani insan pendidikan yang harus digerakkan melalui dirinya sendiri.

Bagaimana guru penggerak bisa menggerakkan perubahan pendidikan ?

 
Tuntutan global dalam dunia insdustri 4.0 serta daya saing sumber daya manusia selanjutnya bagi generasi milenial adalah motivasi yang membuat guru penggerak tahu, apa yang dibutuhkan oleh anak didiknya. Guru penggerak mampu mengantisipasi adanya perubahan global. Oleh karena itu, kunci keberhasilan dari guru penggerak adalah adanya Inovasi pengajaran dan pembelajaran. Dia selalu berusaha meningkatkan keilmuan diri untuk menjadi guru penggerak. Dia menginginkan agar semua guru dan murid menjadi bersinergi serta bergerak bersama tentang pentingnya transfer of knoweldge, Inovasi dan kreatifitas dalam pengajaran dan pembelajaran.

Siapapun diri kita ini adalah guru, guru semua anak suku bangsa Indonesia yaitu guru yang menginspirasi orang lain untuk menggerakan diri mereka betapa pentingnya Inovasi Lliterasi Pendidikan kita di masa depan. Dalam hal ini, sosok Mas Nadiem adalah juga merupakan guru penggerak, Juga Seperti Bapak Muhammad Ihsan, CEO MGI, jugalah pantas jika disebut guru penggerak yang menginspirasi para guru untuk menjadi guru penggerak dalam literasi pendidikan negeri.

Sumber : https://ekoadriwahyudiono.gurusiana.id/article/2020/4/guru-penggerak-menggerakkan-apa-siapa-dan-bagaimana-0?ba_status=not-logged&ba_status=not-logged&bima_access_status=not-logged

Meski bukan merupakan bahasa ibu, namun mempelajari bahasa asing seperti Bahasa Inggris memiliki keuntungan tersendiri. Kesempatan berkarir di luar negeri, mengembangkan kemampuan secara internasional mau tidak mau membuat seseorang harus mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya. Dari polling kecil-kecilan yang dilakukan oleh The British Institute ( TBI), ternyata 82 persen dari peserta polling menganggap kebutuhan berbahasa Inggris adalah primer. Sebab, banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan diri diantaranya cakap berbahasa asing. Misalnya, Rapper kawakan Indonesia Yacko yang membagikan pengalamannya di acara "37th Anniversary TBI: Talkshow Belajar Bahasa Inggris: Primer atau Sekunder?" Agar bisa berkembang ke luar negeri Yacko mengatakan, selama ini untuk menulis lagu saja dirinya perlu riset mendalam. "Misal nih, mengenai kekerasan seksual. Nah aku cari materinya kan kemana-mana. Perform juga perlu bahasa Inggris biar makna dan pesan dari lagu ku bisa sampai ke penonton," ujar dia. Ia mengatakan, beberapa lagunya ada yang ditulis dengan lirik Bahasa Indonesia. Namun, untuk biografinya tetap ditulis berbahasa Inggris. Baca juga: TBI Hasilkan Lulusan Berdaya Saing Global "Ini memberikan kesempatan diri aku agar bisa berkembang ke luar negeri. Pernah ada undangan ke salah satu negara, tawaran kerjaan brand dari luar negeri, kemudian klien dari perusahaan kosmetik yang menggunakan bahasa Inggris. Dari situ, mengapa bahasa Inggris itu emang perlu dipelajari," kata dia. Yacko juga menyinggung salah satu aplikasi yang sedang booming, yakni Clubhouse. Aplikasi ini, kata Yacko berisi banyak cara untuk personal branding, marketing, dan ilmu lain yang bisa diambil. "Hanya, disini kan pakai bahasa Inggris. Jadi, sekalian aja belajar conversation juga," kata dia. 3 keuntungan bisa bahasa Inggris Selain Yacko, pengalaman perlunya mempelajari bahasa Inggris juga datang dari founder of Indonesian Social Blogpreneur Community, Anita Berta. Ada tiga hal, keuntungan bisa berbahasa Inggris. Kata Anita, tiga hal itu sebagai berikut:

  1. Memahami fitur digital yang kini semakin banyak beredar.
  2. Karena Indonesia masih menerapkan Pendidikan Jarak Jauh ( PJJ), orangtua memerlukan konten menarik untuk anak. Hanya, kadang konten menarik bisa didapatkan dari luar negeri dan itupun berbahasa Inggris.
  3. Peluang dan kesempatan karir lebih luas. Bahasa Inggris, menjadi kebutuhan pokok seorang blogger yang ingin mendapat kesempatan bekerja di luar negeri.

"Pernah saya dapat tawaran mengisi website bilingual di luar negeri. Yah, itu pengalaman yang luar biasa. Termasuk, mewakili bloger se dunia di salah satu acara di Singapore," kata dia. Ia mengatakan, bagi seorang blogger mungkin saja tidak masalah jika conversationnya tidak terlalu mulus. Selama, orang yang diajak bicara paham akan maksud pembicaraan yang ada. "Namun bagi saya, yang pekerjaannya di dunia menulis tentu harus kuat literasinya. Grammarnya harus benar, dan perfect," kata dia. Kata-kata Ani, dibenarkan oleh Head of Connext Edward Irwan. "Selain untuk mengembamgkan karir, dulu mau meeting dengan orang luar negeri ga setiap hari. Selama pandemi, memudahkan untuk meeting jadinya hampir setiap hari meeting. Di company kami, hampir setiap waktu begitu," kata dia. Apalagi, perusahaannya dan semua pegawai yang ada memerlukan personal branding yang kuat maka bahasa Inggris menjadi hal yang pokok. "Kadang, orang tidak paham jika personal branding itu penting. Makanya, dengan branding yang tepat ya kesempatan yang luas juga semakin besar," ujar dia. Baca juga: Berapa Usia Ideal Anak Belajar Bahasa Inggris? Untuk itu, ketiganya juga mengatakan jika belajar bahasa Inggris tak bisa belajar sendiri. "Harus dibantu teman yang se frekuensi yang mau diajak belajar bahasa Inggris bersama. Agar ada feedback-nya," ujar Yacko. Edward dan Ani pun juga menyarankan jika ingin mengasah bahasa Inggris, harus dibarengi motivasi. Atau, datang ke tutor bahasa Inggris yang profesional. "Kalau belajar sendiri, tetap ada kekurangan. Datang ke tutor atau lembaga kursus yang tepat, itu langkah yang baik," tutup Ani.

Sumber : https://edukasi.kompas.com/read/2021/02/20/091512371/tak-cuma-menambah-peluang-ini-3-keuntungan-belajar-bahasa-inggris?page=all#page2.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19. "Berkenaan dengan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat, maka perlu dilakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan," papar Nadiem dalam SE tersebut, Senin (1/2/2021). Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan 8 poin utama, yang beberapa di antaranya berisi tentang penentu kelulusan siswa di tahun 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional.

Penentu kelulusan siswa di tahun 2021 Dalam poin ketiga SE Mendikbud, disebutkan 3 poin yang menentukan apakah siswa dinyatakan lulusan dari satuan atau program pendidikan.

Dijelaskan, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan atau program pendidikan setelah:

  1. Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.
  2. Memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik.
  3. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Selanjutnya, pada poin keempat dijelaskan bentuk ujian pada poin 3 yang bisa dilakukan oleh satuan pendidikan yang akan dilakukan oleh siswa.

Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada poin 3, dilaksanakan dalam bentuk:

  1. Portfolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).
  2. Penugasan.
  3. Tes secara luring atau daring, dan/ atau
  4. Bentuk kegiatan penilaian yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam poin 4, dalam poin selanjutnya disebutkan peserta didik sekolah menengah kejuruan (SMK) jug dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 

Berikut rangkuman lengkap 8 poin SE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 terkait pelaksanaan Ujian Nasional, Ujian Kesetaraan serta Ujian Sekolah dalam masa darurat Covid-19.

1. Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan tahun 2021 ditiadakan.

2. Dengan ditiadakannya UN dan Ujian Kesetaraan pada angka 1, maka UN dan Ujian Kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

3. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. 

4. Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk: Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya). Penugasan. Tes secara luring atau daring; dan/atau Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

5. Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada angka 4. Peserta didik sekolah menengah kejuruan juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. Penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut: Kelulusan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan sesuai dengan ketentuan pada angka 3 (tiga).

Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan berupa ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan diakui sebagai penyetaraan lulusan. Ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan dilakukan dalam bentuk ujian sebagaimana dimaksud pada angka 4. Peserta ujian tingkat satuan pada pendidikan kesetaraan adalah peserta didik yang terdaftar di daftar nominasi peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Hasil ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan harus dimasukkan dalam data pokok pendidikan. Baca juga: Kemendikbud Salurkan Kartu Indonesia Pintar untuk Siswa Prasejahtera

7. Kenaikan kelas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

Untuk siswa yang mengikuti ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk:

Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap / perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).

Penugasan. Tes secara luring atau daring dan/atau Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

8. Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan sesuai dengan Permendikbud Nomor 1 tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Edaran ini atau dapat diunduh pada laman jdih.kemdikbud.go. id Kemendikbud juga menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring.

Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2021/02/05/090930871/mendikbud-nadiem-ini-syarat-kelulusan-pengganti-ujian-nasional-2021?page=all